Yess,. !

Advertisements

Are you oke?

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Heheheee, hari baru semangat baru! And the newest step too. 😀 Bersamanya kita perlu lebih berarti.  Bersamanya pula, kita mesti menjadi lebih baik lagi, yuksz..? Tracking down of you is find by searching.  I wish to know, where are you now? I wish to know more about your position.   And your condition. So that, I make a track now, for you specially.  Uhuy, !  Semoga wujudmu adalah seindah hari ini.  Karena ia adalah langkah yang terbaik dan sedang  saya tempuhi kini.  Semoga berhasil bersua denganmu.  Aamin ya Rabb. 🙂

Jalan yang saya tempuh kini adalah lewat pos. Alhamdulillah, Ibu mengajari demikian.   “Semoga engkau dapat menemukannya ya, Nduk.  Pada waktu yang terbaik.  Teruslah mengusahakannya.  Meski engkau belum menemukannya sekarang.  Yang perlu adalah mencoba mendeteksi keberadaannya.  Tentu saja bersama simbol-simbol yang telah Ibu titipkan, yaa..”, begini Ibu berpesan dalam rangkaian kata-kata beliau yang terbaik.  Mengesankan.

“Di mana-mana, yang bernama Ibu senantiasa penuh kasih dan sayang.  Beliau lebih sering tersenyum, meski mutiara-mutiara itu masih saja tiada henti membersamai beliau.  Namun Ibu, tetaplah berpribadi menawan.  Sesosok insan yang telah melekat dengan gelar bernama keanggunan itu, terus mampu bertahan.  Meskipun kondisi beliau begitu meneduhkan tatap ini.  Ingin selalu bersama-sama dengan bening mata air itu.  Ibu, terima kasih atas segala nasihat.  Terima kasih atas segala petunjuk.  Terima kasih atas setiap saran dan metoda yang Ibu titipkan untuk Ananda.  Ibuu, always…. I am in pray and dream of you.  You are personalify me.  A simple trace that I create in every best time that I have is dedicated for Ibu. As my grateful. Semoga Ibu berkenan ya, meski begini adanya”.  ^.*


🙂 🙂 🙂

Pada suatu masa

Di bawah cahaya
Di bawah cahaya

Sudah lama tidak menatapmu.  Ketika sempat berpaling sejenak padamu.. engkau mulai berbeda.  Tubuhmu lebih tegap.  Kekar.  Dan suaramu itu, lebih berat.  Tak mampu berkelebat cepat.  Tertahan, memenuhi rongga pernapasan yang tak sempit lagi.  Hingga ia tersekat.  Tiada mampu berucap apa-apa.  Hanya menatap saja, bisanya.  Karena engkau mulai dewasa.  Engkau lebih mampu menjaga.  Semoga engkau pun terjaga yaa.

Dari dulu, semenjak awal mengenalmu, engkau tiada pernah menghilang meski sehari.  Walau pertemuan raga hanya sesekali menunjukkan parasnya.  Namun itu hanya berwujud cahaya.  Entah bagaimana rupa aslimu.  Aku tidak tahu pasti.  Namun kini, namamu senantiasa menari-nari mengelilingi ruang melodi.  Di hati.  Pure.  Semoga kelak engkau mengerti, tentang semua rasa dan hasil fikir ini.  Tentang yang saya alami kini.  Semoga kita kembali tersenyum bersama, mengenangkan semua ini.

“Oh ya…?”

Iya, itu saja kiranya cukup.  Lepas.  Bebaslah.  Meski terlalu dini, memang.  Pergilah, kemanapun engkau mau. Karena maaf telah saya berikan.  Ya.  Kata “maaf” adalah bermakna.  Kiranya cukup untuk melegakanmu kembali.  Menemanimu dalam bergerak.  Tetaplah bersamanya yaa… 🙂

Namun, bila memang engkau belum mampu untuk itu.  Yakinlah.  Selagi engkau masih memiliki kemauan yang tinggi untuk terus belajar, maka yakinlah bahwa engkau mampu.  Seperti halnya perubahan dan pertumbuhan yang telah dan sedang kita alami.  Di awali semenjak Ibunda melahirkan kita ke alam dunia hingga detik ini.  Semuanya membutuhkan proses yang panjaaaang banget.  Namun kita tidak merasakannya yaa.?  Betapa iya, baru kemarin rasanya.  Saat kita berjalan kaki pulang dan pergi dalam rangka menjemput ilmu dengan kostum yang suci dan berani itu.  Ia seakan baru saja terjadi.  Masih hari ini, dalam bayangan.  Buktinya, masih segar dalam ingatan ini, tentang suka-tidak suka yang telah menghampiri. Termasuk teriknya mentari yang menjadi saksi, kita telah melangkah sejak masa itu.  Hingga kini pun masih begitu.  Kita perlu terus menguntainya menjadi lebih baik lagi.  Yes!

Dalam relung kata-kata, mengalir suara yang tiada berdaya.  Namun ia masih bernyawa.  Bermakna.  Karena ia mampu menyatukan bahasa yang berbeda.  Bersama tanda-tanda baca.  Kalau tak?  Buat apa?

🙂 🙂 🙂